Kamis, 08 Desember 2011

[ Resensi Novel ] Autumn in Paris by Ilana Ta


Penulis : Ilana tan
Genre : Metropop
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : Juli-2007
Jumlah Halaman : 272 Halaman
Price : Rp 32.725,00
Tara Dupont, tokoh utama cerita ini, tinggal di Paris dan bekerja sebagai penyiar radio. Ayahnya seorang pemilik resto bernama Jean Danielle Lemercier. Danielle ternyata memiliki masa lalu yang sempat terlupakan, namun muncul kembali seiring dengan kehadiran seorang pria muda bernama Tatsuya Fujisawa. Jadi ceritanya jaman doeloe kala, ha2, ayah Tara sempat menjalin hubungan dengan wanita ketika di Jepang, bernama Sanae, karena suatu hal, mereka terpaksa berpisah dan lost contact, tanpa mengetahui bahwa Sanae ternyata telah mengandung anak mereka.
Setelah Sanae meninggal, ia meninggalkan surat pada Tatsuya untuk diberikan pada Danielle. Tujuannya, supaya ayah dan anak itu bisa bertatapmuka dan saling mengetahui keberadaan satu sama lain. Nach…sebetulnya tidak ada masalah dalam hal ini, Danielle langsung menerima dan mengakui Tatsuya sebagai anaknya. Masalah terbesarnya adalah karena anaknya yang lain, Tara Dupont, ini ternyata jatuh cinta pada Tatsuya…

Tatsuya merupakan rekan kerja Sebastien Giraudeau, yang kebetulan juga teman dekat Tara. Sebelum berkenalan resmi, Tatsuya sudah beberapa kali bertemu Tara secara tidak disengaja, namun Tara tak menyadarinya. Ketika ada program dari radio tempat Tara bekerja yang isinya membacakan email-email dari penggemar, Tatsuya ikut mengirimkan email dan menceritakan isi hatinya secara terselubung pada Tara. Makin lama mereka kian dekat, namun langsung dihadang persoalan yang demikian pelik, mereka adalah kakak beradik.
Hancur leburlah keduanya waktu mengetahui kenyataan itu. Tatsuya bahkan sampai tes DNA, dengan tujuan untuk membuktikan (siapa tau) dia bukan anak Danielle, jadi masih ada harapan untuk melanjutkan hubungan dengan Tara . Tara pun sampe sempat berniat bunuhdiri, tapi untung bisa diselamatkan. Tatsuya kembali ke Jepang, namun kemudian mengalami kecelakaan kerja yang sangat parah dan koma. Tara dan ayahnya dikontak dan segera datang…Tara membaca email-email terakhir yang ditujukan Tatsuya pada Sebastien, tentang perasaannya pada Tara…

Resensi Novel Summer in Seoul

CERITA CINTA MUSIM PANAS
Judul : Summer in Seoul
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tempat terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2008
Ukuran novel : 20 x 13,5 cm
Jumlah halaman : 280 halaman
Sumber : milik pribadi
Harga : Rp51.000,00
Novel bertema percintaan memang selalu diminati oleh remaja. Hal inilah yang akhirnya menginspirasi seorang penulis berbakat, Ilana Tan, yang turut mengangkat tema tersebut sebagai novel pertamanya.
Sekilas namanya mirip dengan orang Asia Timur, tetapi sesungguhnya penulis adalah seorang berkebangsaan Indonesia. Berawal dari kecintaannya terhadap bahasa asing, dalam novelnya ini, Ilana Tan menyisipkan beberapa kata dalam bahasa Korea dilengkapi dengan catatan kaki yang dibuatnya dengan tujuan agar pembaca dapat memahami artinya dan ikut larut dalam suasana cerita.
Ibu kota Negeri Ginseng, Seoul, sangat cocok digunakan sebagai latar tempat dalam cerita. Gaya bahasa yang digunakan penulis sangat baik, mudah dimengerti, dan tidak bertele-tele. Pemaparan satu kejadian sangat detil namun tidak membuat pembaca merasa bosan karena penulis menggunakan diksi yang tepat untuk menjabarkannya.
Meskipun novel Summer in Seoul mengangkat tema yang sudah umum, tetapi berbeda dengan novel remaja lain, novel ini tidak menonjolkan hawa nafsu manusia dalam menjalin sebuah hubungan. Novel ini lurus, sehingga pembaca dapat lebih mengerti tentang arti cinta sejati yang sesungguhnya antara Sandy dan Jung Tae-Woo yang diceritakan dengan halus dan manis oleh penulis. Sikap romantis Jung Tae-Woo yang merayakan ulang tahun Sandy dengan memberinya bunga mawar, menyalakan kembang api, dan menyanyikan sebuah lagu sangat kental dengan nuansa drama Korea. Sebut saja Full House yang mengangkat tema serupa dan banyak menyedot perhatian para penggemar drama Korea, Summer in Seoul juga fantastis.
Kisah dimulai saat Sandy alias Han Soon-Hee, gadis blasteran Indonesia-Korea yang sedang berbelanja di sebuah toko, mendapati ponselnya tertukar dengan salah seorang pengunjung. Sandy segera mengembalikan ponsel itu dan menyadari bahwa ponselnya tertukar dengan Jung Tae-Woo, seorang penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.
Setelah insiden itu, mereka terus berhubungan karena Tae-Woo yang tengah digosipkan gay menyusun rencana bersama managernya, Park Hyun-Shik, untuk berfoto bersama Sandy sebagai kekasih rahasianya. Tanpa ragu, Sandy menyetujuinya asalkan wajahnya tidak terlihat.
Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Jung Tae-Woo dimulai. Hubungan keduanya semakin erat terutama saat apartemen Sandy terbakar. Jung Tae-Woo menyelamatkannya dan meminta Sandy untuk tinggal di rumahnya sampai Sandy mendapatkan apartemen baru.
Sementara itu, wartawan terus mencari berita tentang hubungan Tae-Woo dengan Sandy. Akhirnya diketahui bahwa Sandy adalah adik dari seorang penggemar Tae-Woo yang meninggal empat tahun lalu pada saat jumpa penggemar. Media menyebutkan bahwa Sandy hanya ingin membalas dendam terhadap Jung Tae-Woo sementara Jung Tae-Woo hanya ingin meminta maaf kepada Sandy atas insiden itu. Situasi semakin rumit ketika salah satu dari mereka mengalami kecelakaan lalu lintas dan tidak sadarkan diri.
Secara keseluruhan, novel ini sangat baik, namun tahapan penyelesaian konflik tidak diceritakan secara rinci. Selain itu, suasana kehidupan di Korea Selatan kurang terasa. Berbeda dengan novel ketiga seri musim lainnya karya Ilana Tan yang berjudul Winter in Tokyo. Dalam novel ini, latar tempat di Tokyo sangat terasa karena penulis menggunakan beberapa tempat terkenal sebagai latar dalam cerita, seperti persimpangan Shibuya dan Kyoto.
Terlepas dari semua itu, semoga penulis dapat memperbaiki kekurangannya dalam menceritakan tahapan penyelesaian konflik dan menghasilkan karya lain yang lebih memukau. Summer in Seoul, buku yang bagus untuk mengisi waktu luang dan rak buku Anda.

Rabu, 09 November 2011

PERSONIL SNSD


Profil SNSD


Girls' Generation

Girls' Generation adalah grup penyanyi perempuan asal Korea Selatan yang dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2007. Mereka terdiri dari sembilan anggota: Taeyeon, Jessica, Sunny,Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun.
Penggemar sering menyebut mereka sebagai SNSD, singkatan dari nama grup ini dalam bahasa Korea, "So Nyeo Shi Dae". Klub penggemar resmi Girls' Generation bernama SNE (소원) yang diambil dari judul lagu dalam album pertama mereka.
Grup ini sudah merilis tiga album studio dan tiga album mini di Korea, satu album studio di Jepang serta berbagai macam singel. Singel hits mereka pada tahun 2009, "Gee" menduduki posisi no. 1 di tangga lagu program musik Music Bank di KBS selama sembilan minggu berturut-turut, menjadikannya pemegang rekor sebagai lagu yang paling lama berada di posisi no. 1 tangga lagu tersebut.[1] Mereka juga memenangi berbagai macam penghargaan di tahun 2009 dan 2010, termasuk penghargaan Artis of The Year (Daesang) di Seoul Music Awards,Golden Disk Awards, Melon Music Awards, dan Korean Cultural Entertainment Awards.
Girls' Generation memulai debutnya di kancah musik Jepang pada tahun 2010 di bawah naungan label Nayutawave Records, bagian dari Universal Music, dengan merilis versi bahasa Jepang dari lagu hits mereka "Tell Me Your Wish (Genie)" dan "Gee".[2]

Pembentukan Girls' Generation diumumkan pada 16 Juli 2007. Pada awalnya, mereka diberi nama Super Girl, versi wanita dari Super Junior[3], disertai pengumuman resmi profil masing-masing anggota. Sebelum menjadi anggota Girls' Generation, mereka sudah dilatih sebagai penari dan penyanyi profesional. Sebagian di antaranya sudah dilatih di bidang akting dan modeling, serta berpengalaman menjadi model iklan di televisi dan majalah.
 Singel dan album pertama: 2007-2008
Acara M! Countdown di M.Net 18 Juli 2007 menjadi tempat penampilan pertama Girl's Generation. Mereka membawakan lagu "다시 만난 세계 (Into the New World)" yang dirilis sebagai singel pertama Girl's Generation, Agustus 2007. Singel tersebut juga berisi dua lagu lain, "Beginning" dan "Perfect For You (소원)", serta versi instrumental "다시 만난 세계 (Into the New World)". Judul lagu "Perfect For You" nantinya berganti judul sebagai "Honey" dalam album perdana mereka, Girls' Generation. Singel "Into the New World" diikuti kegiatan promosi. Mereka tampil dalam acara Popular Songs di SBS, Show! Music Core di MBC, dan Music Bank di KBS.
Album perdana 소녀시대 (Girls' Generation) dirilis akhir musim gugur 2007 dengan lagu andalan berjudul sama. Ketika dibawakan Lee Seung Chul, lagu "Girls' Generation" sukses sebagai lagu hit, tapi ketika dibawakan mereka, album ini hanya terjual sejumlah 121.143 kopi.[4] Pada awal tahun 2008, Girls' Generation mulai mempromosikan singel kedua, "Kissing You" denganDonghae dari Super Junior sebagai bintang tamu.
Pada Maret 2008, album Girls' Generation dirilis kembali dengan judul berbeda, Baby Baby, dan dirilis singel "Baby Baby" dari album tersebut. Sementara itu, sebuah album EP digital,Roommate dari Jessica, Tiffany, dan Seohyun dirilis bulan April 2008. Setelah itu, Girls' Generation ikut serta dalam konser SMTown Live '08 bersama rekan-rekan dari SM Entertainment, BoA, TVXQ, Super Junior, CSJH the Grace, Zhang Liyin, dan SHINee. Tur keliling juga dilangsungkan di Thailand dan RRC.
Puncak kesuksesan: 2009
Pada Januari 2009, Girls' Generation merilis album mini Gee[5] Singel berjudul sama dari albumGee langsung menjadi lagu terpopuler di Cyworld pada hari berikutnya,[6] dan menempati urutan nomor satu semua tangga lagu digital dalam dua hari berikutnya.[7]
Dalam rangka promosi album Gee, mereka muncul dalam acara Show! Music Core bulan Januari 2009.[8] Mereka membawakan lagu "Gee" dan "Him Nae/Way To Go" yang juga berasal dari album mini Gee. Di tangga lagu M.Net, "Gee" menjadi pemegang rekor lagu nomor satu yang bertahan paling lama (8 minggu) mengalahkan "Nobody" dari Wonder Girls.[9][10] Girls' Generation menempati peringkat pertama 9 minggu berturut-turut dengan lagu "Gee",[11], sekaligus memecahkan rekor acara Music Bank di KBS yang sebelumnya dipegang olehJewelry dengan "One More Time" (7 minggu berturut-turut).[12]
Mereka kembali dengan singel baru mereka "Sowoneul Malhaebwa (Genie)" (bahasa Korea: "소원을 말해봐", "Tell Me Your Wish") yang dirilis secara digital, 22 Juni 2009.[13][14] Album mini ini menampilkan duet Jessica dan anggota Shinee yang bernama Onew.
 2010: Album kedua, debut di Jepang dan Hoot
Pada bulan Januari, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa Girls' Generation akan merilis album keduanya, Oh! pada tanggal 28 Januari.[16] Singel utama dari album tersebut yang berjudul "Oh!" dirilis secara digital pada 25 Januari disusul dengan video klipnya yang dirilis dua hari setelahnya.[17] Lagu tersebut langsung menduduki peringkat pertama dalam berbagai chart musik hanya dalam waktu beberapa saat setelah dirilis.[18] Dengan lagu "Oh!", Girls' Generation berhasil memenangi K-Chart 5 minggu berturut-turut pada acara KBS Music Bank, serta 3 kali kemenangan di SBS Inkigayo.[19] Video klip dari lagu tersebut juga sangat populer, terbukti dengan mendapat peringkat pertama sebagai video yang paling banyak ditonton pada tahun 2010 di Youtube Korea dan Hongkong, serta masuk jajaran 10 teratas di Taiwan dan Jepang.[20]
2011: Mr. Taxi dan album Jepang pertama
Album mini Hoot disertifikasi Gold oleh Record Industry Association of Japan dengan penjualan yang telah melebihi 100.000 kopi.[21] Pada awal tahun 2011, Girls' Generation mempersiapkan sebuah lagu baru berjudul "Visual Dreams", sebagai bagian dari promosi untuk prosesorIntel® Core™ generasi kedua di Asia.[22] Video klip untuk "Visual Dreams" dirilis tanggal 17 Januari yang disertai berbagai macam kampanye promosi termasuk musik baru, video klip 2D dan 3D, situs internet, foto-foto dan display di toko-toko komputer.[23]
Pada pertengahan Januari diumumkan bahwa mereka akan akan kembali ke pasar musik Jepang dengan perilisan versi bahasa Jepang dari "Run Devil Run" sebagai singel digital, dijadwalkan untuk dirilis pada 25 Januari 2011.[24]
Tanggal 20 Januari, di Seoul Music Awards ke-20 mereka menerima penghargaan Artist of the Year, Bonsang prize, Popularity Award danHallyu Award. Dengan ini Girls' Generation menjadi satu-satunya artis di sejarah musik Korea selain Seo Taiji, Jo Sungmo dan H.O.T. yang berhasil memenangkan penghargaan Artist of the Year dua tahun berturut-turut di Seoul Music Awards. Mereka juga menjadi satu-satunyagirl group dalam sejarah yang menerima penghargaan Artist of the Year di Seoul Music Awards, dan Melon Music Awards selama dua tahun berturut-turut. [25]
Girls' Generation menerima gelar Korea's No. 1 Power Celebrity dari Forbes Korea.[26] Mereka tampil di konser ulang tahun ke-50 stasiun televisi MBC, Korean Music Wave in Bangkok di Thailand pada 12 Maret 2011 yang menandai penampilan pertama mereka di Thailand sejakPattaya Music Festival bulan Maret 2009.
Tanggal 8 Maret, Universal Music Japan memberikan informasi di situs resmi mereka tentang perilisan singel ketiga dan tur konser Jepang pertama Girls' Generation. Pada tanggal 27 April Girls' Generation akan merilis album singel Jepang ketiga "Mr. Taxi/Run Devil Run" yang di dalamnya terdapat lagu original berbahasa Jepang mereka yang pertama "MR. TAXI"[27] dan versi bahasa Jepang dari lagu Korea mereka "Run Devil Run". Sebagian keuntungan dari penjualan singel tersebut akan disumbangkan ke Palang Merah Jepang untuk membantu korbangempa bumi dan tsunami Sendai 2011.[28]